Home » Berita

Terbaru Lainnya

01.02.2010
Indonesia Pimpin Parlemen Islam Dunia

07.01.2010
Hidayat Nurwahid Minta Rehabilitasi Nama Gus Dur

05.01.2010
Hidayat: Sekalian Saja Soeharto & Gus Dur Dijadikan Pahlawan Nasional

09.12.2009
Ketua BKSAP Kutuk Keras Bom Bunuh Diri di Irak

09.12.2009
Hidayat Optimis Seluruh Delegasi Akan Setujui Draft Keuangan APA

09.12.2009
Draf Antiterorisme DPR Disikapi Hati-hati

09.12.2009
Hidayat Nur Wahid: 9 Desember Bukan Ancaman bagi Pemerintah

09.12.2009
Desak Berjalan Damai, Hidayat Nurwahid Juga Ingatkan SBY

08.12.2009
Delegasi APA Mulai Tiba di Bandung



Telusur


Arsip Berita

<< Juli 2010 >>
Ah Sn Sl Rb Km Jm Sa
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
Kamis, 05 November 2009 14:11:50 ¤ hit: 2809

Hidayat: Israel Tidak Layak Jadi Anggota Lembaga Internasional


Dalam konteks perjuangannya saat ini sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR RI, Hidayat secara proaktif akan membentuk Grup Kerjasama Bilateral (GKSB) Parlemen Palestina. Sebelumnya grup ini adalah inisiatif negara yang bersangkutan.

HNW Online: Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen Hidayat Nur Wahid mengatakan bahwa Israel tidak layak menjadi anggota dari beragam lembaga internasional. 

“Israel adalah negara yang bertentangan dengan tata krama hubungan internasional dan karenanya layak jika tidak menjadi anggota dari beragam organisasi parlemen di tingkat internasional. Israel semakin lama membuktikan bahwa dirinya adalah teroris,” ungkapnya.

Hidayat Nur Wahid menyampaikan hal tersebut pada pertemuan Kaukus Anggota DPR RI untuk Bangsa Palestina di ruang KK II Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Rabu(4/11).

Hidayat juga tidak bosan-bosannya untuk menyerukan perdamaian antara bangsa Palestina untuk memenangkan perjuangan melawan Israel. Musuh Palestina bukanlah organisasi politik, bukan juga bangsa mereka sendiri. Musuh mereka adalah yang saat ini telah menodai Masjid Al Aqso yaitu Israel.

"Jadikanlah Al Aqso pemersatu saudara-saudara kami di Palestina dan kami akan mendorong itu menjadi satu isu besar. Dan dengan cara itu saya kira Indonesia, sekali lagi, menghadirkan peran yang kongkret untuk bersatunya bangsa Palestina dan untuk keselamatan Masjid Al Aqso," tegas anggota FPKS DPR RI ini.

Dalam konteks perjuangannya saat ini sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR RI, Hidayat secara proaktif akan membentuk Grup Kerjasama Bilateral (GKSB) Parlemen Palestina. Sebelumnya grup ini adalah inisiatif negara yang bersangkutan.

"Saya akan mengusulkan agar BKSAP berinisiatif membentuk GKSB Parlemen Palestina di DPR RI. Ini dalam rangka kerjasama parlemen dunia. Insya Allah akan segera terbentuk," ujar mantan Ketua MPR RI.

Mantan Presiden PKS itu juga akan berjuang agar Palestina tidak hanya sebagai anggota dari lembaga organisasi internasional, tapi juga turut memperjuangkan agar Palestina efektif menjalankan keanggotaannya dalam lembaga di organisasi internasional.

“Dengan begitu, perjuangan selanjutnya untuk mempermasalahkan keberadaan Israel dalam keanggotaan beragam lembaga pada organisasi internasional lebih efektif. Semakin hari Israel semakin tidak demokratis, menjadi negara yang tidak menghormati hak asasi manusia, tidak menghormati pluralisme, menginjak kesucian tempat ibadah," papar Hidayat yang duduk di sebelah Duta Besar Palestina Faris Al Mehdawi.

Pertemuan Kaukus Anggota DPR RI dihadiri oleh hampir seluruh fraksi di DPR. Bahkan dalam kesempatan itu hadir pula anggota DPD RI, mantan anggota DPR RI, ormas dan para tokoh yang peduli dengan penderitaan bangsa Palestina. 
 

Sebelumnya