|
Terbaru Lainnya 11.05.2010 Parlemen Indonesia curigai niat baik Israel
22.02.2010 BKSAP Sepakat Bentuk Panja MDGs
20.01.2010 Hidayat Nur Wahid Hadiri Sidang APPF ke-8
08.12.2009 Presiden Pagi Ini Buka Sidang APA
04.12.2009 Sidang Asian Parliamentary Asembly
04.12.2009 Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Sidang Parlemen Asia
05.11.2009 Kaukus Anggota DPR RI untuk Palestina
05.11.2009 Hidayat: Israel Tidak Layak Jadi Anggota Lembaga Internasional
30.10.2009 HNW Siap Jamin Chandra dan Bibit
Telusur
Arsip Berita
| 1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
| 8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
| 15 |
16 |
17 |
18 |
19 |
20 |
21 |
| 22 |
23 |
24 |
25 |
26 |
27 |
28 |
| 29 |
30 |
31 |
|
|
|
|
|
Selasa, 08 Desember 2009 10:12:18 ¤ hit: 3240
PARLEMEN ASIA
Delegasi APA Mulai Tiba di Bandung
JAKARTA: Delegasi parlemen anggota Konferensi Parlemen Asia (Asian Parliamentary Assembly/APA) telah berdatangan di Bandung, Senin, guna mengikuti Sidang Umum ke-4 APA pada 7-10 Desember 2009.
Secara resmi Sidang Umum ke-4 APA tersebut akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Selasa (8/12) di Gedung Merdeka, yang juga Museum Konferensi Asia-Afrika, sebagai salah satu tempat bersejarah di Bandung.
Pada Senin (7/12) malam, delegasi parlemen mancanegara yang menginap di salah satu hotel berbintang di pusat Kota Bandung secara resmi akan disambut oleh Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR Hidayat Nur Wahid.
"Nanti malam baru kita akan memulai prosesi resmi persidangan umum keempat APA ini dan seluruh peserta juga akan menyepakati apa saja agenda yang akan dibahas," ujar Hidayat Nur Wahid.
Hidayat yang juga mantan Ketua MPR itu mengatakan bahwa penyelenggaraan sidang pleno keempat APA kali ini memiliki makna strategis karena setelah itu akan ada lagi pertemuan internasional di Kopenhagen.
"Kita sekarang ini juga berada dalam sejumlah konferensi yang berkelanjutan. Setelah APA ini, akan ada lagi konferensi tingkat tinggi di Kopenhagen tentang perubahan iklim," ujarnya.
Karena itu, dia menambahkan, berbagai resolusi yang dihasilkan dari Bandung juga akan mendorong agar parlemen-parlemen anggota APA mampu menghadirkan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan menjadi bagian dari penyelamatan dampak perubahan iklim.
Sementara itu, delegasi Indonesia akan mengusulkan sejumlah resolusi di antaranya tentang masalah terorisme, demokrasi serta rumusan Deklarasi Bandung.
Korban Terorisme
Menurut Hidayat, Indonesia merupakan salah satu negara yang juga menjadi korban terorisme. Terkait hal itu, Indonesia menawarkan satu formula penanganan terorisme yang berbeda dengan negara lain, seperti AS yang selalu menyerang negara-negara lainnya serta mengedepankan tindakan represif yang mengabaikan hukum dan HAM.
"Kita (Indonesia) memberantas terorisme dengan tetap menghormati HAM. Kita masih ingat ketika Abubakar Baasyir telah selesai masa penahanannya, sementara AS tidak menghendaki hal itu dan meminta yang bersangkutan diekstradisi atau terus ditahan, kita mengatakan tidak bisa demikian," ujarnya.
Hukum di Indonesia menyatakan bahwa kalau orang tidak punya kesalahan lagi tidak bisa ditahan. Selain itu, Indonesia juga telah mampu menghadirkan demokrasi dan beragama yang saling melengkapi sehingga bisa ditawarkan sebagai model hidup yang moderat.
"Kita berharap dengan demokrasi yang berkualitas akan memberikan pilihan bagi rakyat untuk kehidupan mereka yang lebih baik," ujarnya.
Hingga saat ini, sebanyak 26 negara anggota APA dan 4 negara peninjau serta 3 organisasi internasional lainnya di kawasan Asia menyatakan akan hadir.
Sumber: Suara Karya Online
Sebelumnya |