Home » Liputan

Terbaru Lainnya

11.05.2010
Parlemen Indonesia curigai niat baik Israel

22.02.2010
BKSAP Sepakat Bentuk Panja MDGs

20.01.2010
Hidayat Nur Wahid Hadiri Sidang APPF ke-8

08.12.2009
Presiden Pagi Ini Buka Sidang APA

04.12.2009
Sidang Asian Parliamentary Asembly

04.12.2009
Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Sidang Parlemen Asia

05.11.2009
Kaukus Anggota DPR RI untuk Palestina

05.11.2009
Hidayat: Israel Tidak Layak Jadi Anggota Lembaga Internasional

30.10.2009
HNW Siap Jamin Chandra dan Bibit



Telusur


Arsip Berita

<< Agustus 2010 >>
Ah Sn Sl Rb Km Jm Sa
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31        
Selasa, 20 Oktober 2009 13:10:18 ¤ hit: 3021

Hidayat: Sesama Ketua MPR Tak Boleh Komentar


INILAH.COM, Jakarta - Mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid enggan mengomentari kekeliruan Ketua MPR baru Taufiq Kiemas saat memberikan sambutan dalam pelantikan Presiden SBY dan Wapres Boediono. Sesama ketua MPR, dilarang komentar.

"Saya tidak mengomentari pidato Ketua MPR. Tentunya sesama ketua MPR dilarang mengomentari," kata Hidayat di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/10).

Dituturkan Hidayat, saat dirinya menjadi Ketua MPR, dirinya selalu ikut terjun langsung membuat dan menyiapkan pidato atau sambutan bersama dengan Setjen MPR. Dan sebelum dibacakan dalam rapat-rapat paripurna atau acara kenegaraan, selalu dipelajari terlebih dahulu.

Hidayat tidak mengetahui secara pasti apakah TK --sapaan akrab Taufiq Kiemas-- sudah menerima skrip sambutannya sebelum acara atau tidak.

"Yang saya dengar dari Sekretaris MPR memang sudah diberikan (skrip sambutan), bahkan sudah dilatih membacanya. Tapi bagaimana jadinya, rekan-rekan sudah melihatnya kan," cetus Hidayat.

Hidayat berharap di bawah kepemimpinan TK, MPR dapat lebih baik dan lebih maju. "Tentunya semuanya berharap MPR yang sekarang pimpinannya 5 orang lebih banyak dari pada periode saya tentu lebih baik, lebih kuat, lebih mampu melaksanakan kewenangan dari MPR," pungkasnya. [win/sss]



Sumber: Inilah.Com

Sebelumnya