Home » Berita

Terbaru Lainnya

01.02.2010
Indonesia Pimpin Parlemen Islam Dunia

07.01.2010
Hidayat Nurwahid Minta Rehabilitasi Nama Gus Dur

05.01.2010
Hidayat: Sekalian Saja Soeharto & Gus Dur Dijadikan Pahlawan Nasional

09.12.2009
Ketua BKSAP Kutuk Keras Bom Bunuh Diri di Irak

09.12.2009
Hidayat Optimis Seluruh Delegasi Akan Setujui Draft Keuangan APA

09.12.2009
Draf Antiterorisme DPR Disikapi Hati-hati

09.12.2009
Hidayat Nur Wahid: 9 Desember Bukan Ancaman bagi Pemerintah

09.12.2009
Desak Berjalan Damai, Hidayat Nurwahid Juga Ingatkan SBY

08.12.2009
Delegasi APA Mulai Tiba di Bandung



Telusur


Arsip Berita

<< Agustus 2010 >>
Ah Sn Sl Rb Km Jm Sa
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31        
Kamis, 01 Oktober 2009 14:10:25 ¤ hit: 3058

Ketua MPR Kembalikan Mobil Dinas


Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyerahkan mobil dinasnya kepada MPR, Kamis(1/10). Penyerahan ini dilakukan Hidayat seiring dengan telah selesainya masa tugas sebagai Pimpinan MPR.

HNW Online: Penyerahan mobil dinas ini diikuti oleh seluruh Wakil Ketua MPR yang lainnya Aksa Mahmud, Ibu Mooryati Sudibyo dan AM Fatwa di depan gedung MPR/ DPR usai pelantikan. 

"Hari ini kami mengembalikan mobil dinas sehubungan telah berakhirnya masa tugas sebagai pejabat negara. Berati mobil ini bukan lagi hak kami dan harus dikembalikan ke negara melalui Sekjen MPR," kata Hidayat di depan mobil RI 5 nya.

Hidayat menyerahkan mobilnya langsung kepada Sekjen Rahimullah beserta kunci serta STNK. Masing masing mobil itu bernomor RI 5(Hidayat Nur Wahid), RI 49 (AM Fatwa), RI 50 (Aksa Mahmud), RI 51 (Ibu Mooryati).  

Hidayat mengharapkan agar seluruh pejabat yang sudah menyelesaikan tugasnya juga melakukan hal yang sama. "Semoga pejabat negara yang lain bisa melakukan hal yang sama," katanya.

Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah V itu juga berharap agar kedepannya, pemerintah tidak lagi memberikan fasilitas mobil mewah kepada pejabat negara. Apalagi Indonesia sekarang sedang banyak dilanda bencana. 

"Kita tidak ingin pejabat negara disalahpersepsikan oleh masyarakat. Apalagi negara sedang banyak bencana," pungkasnya. 

Sebelumnya