Home » Liputan

Terbaru Lainnya

11.05.2010
Parlemen Indonesia curigai niat baik Israel

22.02.2010
BKSAP Sepakat Bentuk Panja MDGs

20.01.2010
Hidayat Nur Wahid Hadiri Sidang APPF ke-8

08.12.2009
Presiden Pagi Ini Buka Sidang APA

04.12.2009
Sidang Asian Parliamentary Asembly

04.12.2009
Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Sidang Parlemen Asia

05.11.2009
Kaukus Anggota DPR RI untuk Palestina

05.11.2009
Hidayat: Israel Tidak Layak Jadi Anggota Lembaga Internasional

30.10.2009
HNW Siap Jamin Chandra dan Bibit



Telusur


Arsip Berita

<< Agustus 2010 >>
Ah Sn Sl Rb Km Jm Sa
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31        
Jumat, 18 April 2008 15:04:48 ¤ hit: 2934

Ketua MPR Setuju Gagasan Pahlawan Nasional untuk Muhammad Natsir


Jakarta -Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid sepenuhnya menyetujui penetapan mantan Perdana Menteri Republik Indonesia Mohammad Natsir sebagai Pahlawan Nasional, mengingat jasa-jasanya yang sangat besar bagi bangsa dan Negara Republik Indonesia.

Sekalipun terlambat, saya mendukung gagasan penetapan Muhammad Natsir sebagai pahlawan nasional, ujar Hidayat Nur Wahid ketika menerima Panitia Peringatan Seabad Muhammad Natsir, di Gedung MPR/DPR-RI, Selasa (15/4).

Ditegaskan Hidayat, sesungguhnya pemberian atau penetapan pahlawan nasional itu sangat terlambat bagi almarhum Muhammad Natsir, termasuk juga terhadap tokoh-tokoh nasional yang sudah terbukti berjasa kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Merujuk kepada pasal 35 UUD 1945, ujar Hidayat lagi, bahwa kita harus mengingatkan kepada semua pihak bahwa tokoh yang sangat berjasa dalam upaya mengembalikan Indonesia ke dalam bingkai NKRI adalah Muhammad Natsir, karena saat itu sudah terjadi gerakan untuk keluar dari NKRI.

Selain Muhammad Natsir, kata Hidayat lagi, almarhum Syafrudin Prawiranegara dan Bung Tomo adalah dua tokoh yang sangat luar biasa berjasa pada bangsa dan Negara ini. Namun sayangnya belum ada apresiasi kepada keduanya. Ini sangat disayangkan, ujar dia.

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mengusulkan agar kepada para tokoh nasional yang sudah meninggal dengan husnul khatimah tetapi statusnya tidak jelas hingga saat ini, juga perlu dipikirkan untuk pemberian gelar/status pahlawan nasional.
Diskusi dan seminar

Sementara Sekretaris Umum Panitia Peringatan Seabad Muhammad Natsir, Lukman Hakim mengatakan, untuk keberhasilan gagasan pemberian status pahlawan nasional kepada Muhammad Natsir, panitia sudah melakukan berbagai diskusi dan seminar untuk mengingatkan kembali jasa-jasa Muhammad Natsir yang sudah dilupakan bangsa ini.

Kita ingin mengingatkan kembali kepada seluruh bangsa Indonesia, bahwa Muhammad Natsir telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi keutuhan NKRI melalui mosi integral, yaitu kembali kepada NKRI dari Republik Indonesi Serikat (RIS), ujar dia.

Mosi Integral itu kata Muhammad Natsir ketika itu, ujar Lukman Hakim, bertujuan menyatukan kembali NKRI tanpa ada satu peluru yang ditembakkan, tanpa ada setetes darah yang tertumpah dan tanpa ada satu wajah yang kehilangan.

Karena itu, lanjut Lukman Hakim, mari kita berdamai dengan sejarah. Sampai sekarang Pak Natsir belum ditetapkan sebagai pahlawan nasional karena beliau ikut dalam PRRI yang hendak membentuk Negara Sumatera. Padahal justru jasa terbesar beliau adalah atas keikutsertaannya dalam PRRI itu.

Dengan masuknya Pak Natsir dalam PRRI itu, maka rencana pembentukan Negara Sumatera itu menjadi batal. Sejak itu tidak ada lagi gerakan separatis, ujar Lukman. (kh)


Sumber:

Sebelumnya